Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas Syahid dalam Serangan Gabungan AS-Israel

frameupdateNEWS
01 March 2026 11:25 WIB · waktu baca 3 menit
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas Syahid dalam Serangan Gabungan AS-Israel
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Tewas Syahid dalam Serangan Gabungan AS-Israel
Advertisement

Teheran, 1 Maret 2026Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, dinyatakan tewas syahid setelah menjadi korban serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Sabtu pagi waktu setempat, demikian pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Iran.

Keterangan dari pihak Iran menyebutkan bahwa Khamenei gugur saat berada di kantornya, dan serangan itu juga menewaskan sejumlah warga sipil serta fasilitas sipil lainnya di beberapa kota besar Iran. Serangan tersebut dilakukan di tengah bulan suci Ramadan, yang menurut pernyataan Iran merupakan pelanggaran serius terhadap integritas teritorial dan norma kemanusiaan internasional.

Lebih jauh, media pemerintah Iran menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi itu “telah mencapai kesyahidan” setelah serangan terjadi. Pernyataan tersebut disiarkan melalui stasiun penyiaran negara dan dikutip di berbagai media internasional.

Serangan udara itu memicu reaksi keras dari pemerintah Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut tindakan AS dan Israel sebagai “kejahatan besar” dan berjanji akan ada respons yang tegas terhadap serangan tersebut. Pemerintah juga telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari di seluruh Iran.

Siapa yang Bakal Jadi Penerus?

Usai kematian Khamenei, rezim Islam di Iran kini menghadapi tugas besar untuk memilih penerusnya. Menurut laporan, Majelis Pakar — badan ulama senior yang beranggotakan 88 orang — akan segera berkumpul untuk memilih pemimpin tertinggi baru. Proses ini secara konstitusional menjadi kewajiban Majelis Pakar dan hanya pernah dilakukan sekali sebelumnya setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989.

Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai nama penerus yang akan dipilih. Namun, badan ulama itu diperkirakan akan mempertimbangkan sejumlah kandidat setelah berkonsultasi dan mematuhi ketentuan konstitusi Iran.

Untuk sementara, kepemimpinan negara disebut akan dipegang oleh kelompok pejabat senior Iran yang bertindak sebagai dewan transisi sampai pemimpin baru ditetapkan.

Informasi Redaksi · Laporkan tulisan
harry helvizar
Advertisement

Komentar

Silakan login untuk menambahkan komentar

Login

Aktifkan notifikasi untuk update berita terkini dari frame update.