Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, berharap penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dapat jatuh pada tanggal yang sama, meskipun terdapat perbedaan metode dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di Kabupaten Tegal, Senin (16/2). Menurutnya, perbedaan pendekatan keilmuan seperti hisab, rukyat, maupun gabungan keduanya merupakan hal yang wajar dalam tradisi penentuan awal Ramadan.
“Sudut pandangnya memang berbeda-beda. Ada yang menggunakan hisab, ada yang rukyat, dan ada juga rukyatul hisab yang menggabungkan keduanya,” ujar Romo Syafi’i.
Ia menjelaskan, perbedaan metode tersebut berpotensi menghasilkan keputusan yang tidak sama. Namun demikian, pengalaman pada tahun sebelumnya menunjukkan bahwa perbedaan pendekatan tidak selalu berujung pada perbedaan penetapan awal Ramadan.
“Tahun lalu, meskipun pendekatan keilmuannya berbeda, hasil penetapannya bisa sama. Itu yang kita harapkan juga terjadi tahun ini,” ungkapnya.
Romo Syafi’i menegaskan, harapan keserempakan awal Ramadan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai elemen umat Islam, termasuk organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.
“Apakah tahun ini bisa sama? Saya kira itu harapan kita semua,” katanya.
Terkait penentuan resmi awal Ramadan, Romo memastikan Kementerian Agama RI tetap akan menggelar sidang isbat sesuai jadwal, yakni pada Selasa (17/2) sore di Jakarta.
“Insya Allah besok sore sidang isbat akan dilaksanakan,” ujarnya.
Sidang isbat digelar untuk memverifikasi posisi hilal di berbagai wilayah Indonesia, dari Sabang hingga Merauke. Data hasil pemantauan tersebut kemudian menjadi dasar penetapan awal Ramadan secara nasional.
Sementara itu, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu Legi, 18 Februari 2026 M. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 01/MLM/I.1/B/2026.
Penetapan itu merupakan hasil revisi dari keputusan sebelumnya yang sempat menetapkan awal Ramadan pada 19 Februari 2026. Revisi dilakukan setelah peninjauan ulang data astronomis global serta validasi parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sumber: kumparan.com - Wamenag Harap Penetapan Awal Ramadan 2026 Jatuh di Tanggal yang Sama
👉https://kumparan.com/kumparannews/wamenag-harap-penetapan-awal-ramadan-2026-jatuh-di-tanggal-yang-sama-26qPir6PCDO/full